Bunyi ketik dan…

Juli 23, 2008

Bunyi ketik dan…

.

pada kata-kata yang bermuara pada bunyi ketik dan…

kita menciptanya dengan tekun, menyusunnya dalam rusuk-rusuk waktu

kau dan aku

bisakah bertemu, dan apakah kau menunggu?

.

sementara aku menunggu

ketik selanjutnya berbunyi

tapi cinta selalu saja mampu membuat aku menunggu

sampai berdebu

lebih dari…

.

ah biarlah nasib mengatur semuanya…

tapi, sebelum aku mati

kau harus ingat: bunyi ketik itu datang dariku!

dari sini, dari getar jemariku

tapi seandainya pertemuan itu tiba

kuminta, sentuhlah pelipisku

biarkan dirimu mengenalku

lelaki kurus yang ibunya saja sulit mengerti

.

akan tetapi, sebelum aku mati atau pertemuan itu terjadi

dengan segenap kegilaan, aku terima segenap dirimu

menyebar di hatiku

.

Bogor, 24 Juli 2008

seperti senja 01

Mei 20, 2007

seperti senja yg lumpuh

karena separuh waktu terbunuh…

begitulah…

Angin Beri Kabar Selalu Samar

lentik detik detik yg ditarik angin menari

hidup terlepas

aku dengar angin mendesakkan kabar samar ke arah kita..

maka aku hampiri dengan berani

sambil itu sebelum kata selesai

mengekalkan yg esok mungkin tak ada

Tuhan sedang…

Mei 9, 2007

Tuhan sedang…

disamping batu nisan

serta lemas matahari muncul dari balik gunung kering

angin berhenti asing, sejenak diam memutar diantara batu nisan

 

semua suara berhenti atau terhenti?

menunggu badai

sambil diam cemas sembunyikan nyawa

sementara Tuhan, disitu

disamping batu nisan, berdiri tanpa bayang

 

itu ketika

seribu pelamun menghitung jarak dan sisa nafas

disamping angin yang berhenti sambil dingin menetap

diam cemas sembunyikan nyawa

 

Hei…

badai datang dari perut yang lapar

sehingga semua tawarkan nyawa, tak perlu disembunyikan

agar lapar hilang

 

 

itu ketika

khotbah jubahnya lusuh

Tuhan ada disamping batu nisan dari batang kayu kering

berziarah, sambil mengubur yang tak terkubur

atau

seorang ibu menjadi batu nisan bagi bayinya

Di Simpang Cahaya

April 19, 2007

Di Simpang Cahaya

Bukankah semua berdiri disini?

Disimpang warna sepia

Dan secercah cahaya merekah

Dari pusat arah

Ketika sunyi abadi

Dan senyum hadir dari bibir dan hati yang memerah

Di sini, disimpang cahaya

Di sana, seikat waktu menunggu

Padat. Lorong-lorong gerbong pagi

Menyusup ke arah bunyi

Seperti detak, nyaris retak

Sedang bayangmu bergetar dipucuk rindu

Di sana, seikat waktu menunggu

Seikat waktu kupandang kian lesu

Jelas. Siapa akan kutemu?

Seperti apa tubuhmu? Sorot matamu?

Tidak jelas.

Tubuh

April 19, 2007

Tubuh

Lihat, tubuhmu melompat dibelakang kabut

Seperti apa, entahlah.

Kuinginkan tubuhmu, mengalir bersamaku

Melepas tanda dan kata

Berdua, terbingkai senja

Resahmu yang layang akan kutangkap

Dan kujauhkan dari duka dan duka

Dan pasti akan kuminta, kita celupkan kaki kebibir pantai

Mengheningkan diri dari zaman

Sejauh kepergian dan pulang yang sederhana

Sehingga tak ada yg tersisa, kecuali bahagia

19

April 18, 2007

19

 

Malam yang selalu kupercaya

menitis tasbih sambil lirih,

pelan-pelan

Aku yang tersandar oleh jendela

di pandang bulan berlama-lama.

 

Sepertinya sepi telah di baitkan

sebagai jangkar kelana, bagi manusia

setelah sorga kini dunia

terbentang

mataku memancar dari tua jendela

mencari-cari cinta,

yang telah ditasbihkan malam

 

menghayati kesan

April 5, 2007

Jika boleh aku meraba-raba kamu

menghayati kesan

 

Cukuplah berputar memilih-milih jendela

Cukupkanlah hunianmu berparodi

Senyaplah sejenak, menghitung jejak-jejak

 

Heningkanlah kurus tubuhmu, ku lihat ia terlalu capai

Meloncat dan menggapai

 

Matahari akan selalu hinggap di jendela yang terbuka pagi-pagi

-menyusui padi

 

Kau adalah gembira lincah

Senang berlelah-lelah

Pagi ini di sini – pagi itu situ

Menebar ceria dan cemberut lucu

 

tapi tubuhmu butuh kamu lupa

-karenanya tidur sianglah bungaku

Di antara Riwayat dan Isyarat

 

Di antara riwayat dan isyarat

ada yang menakar jiwanya dan menghitung jarak menuju..?

atau siapapun yang berkehendak

-mendekat

 

Bertahun-tahunku

bertambah lagi tahun, lagi dan lagi

Matahari menjulang dan terbenam

dalam putaran mimpi revolusi

Menjinakkan hari, menyusur menuju..?

 

Lalu senja menghantarku pada gerbong yang padat

dan gerbong menghantarku menuju..?

masih dan tetap, di antara riwayat dan isyarat

ada kesetiaan siapa

 

Riwayat lewat dan isyarat mendarat, di mana..?

Tuhan siapa yang bisa menjawab?

Tuhan ku – Tuhan kamu – atau tukang kebun di sana-

yang merawat bunga-bunga di sorga

sebab dia adalah

sekolah kita: kasih yang salih

yang seringkali tersisih.