Anne Frank

Februari 3, 2009

Anne Frank
: Fifi dan Kitty

Anne Frank, berbisik pada Ibrahim, “dimana Hitler Tuhan letakkan?”, dan Ibrahim bisu. Di usus para filsuf sejarah melilit, menciptakan radang dan sambil mengancam, “letakkan penamu, ini zaman pedang!”. Salju Gaza menimbun jasad bayi kami, mengirimkan jiwanya pada kedinginan abadi, di tepi abad-abad yang lelah di mana Musa tak henti berkhutbah.

Anne hanya diam, meletakkan sandwich kecil di pangkuan Judas dan menyaksikan dari sana, Hitler kini di pihak kami, katanya diam-diam. Lalu Anne berlari, membiarkan sandwichnya dicicipi Judas, ia datang ke arah Musa dan dengan tegang berseru, hentikan khutbahmu. Musa diam, para penyamun di hadapannya juga ikut diam, lalu Anne menangis, “bacakan ini”, katanya sambil menyuguhkan buku hariannya.

Musa berkata, “ini prihal sejarah”, Heidegger muncul sambil berbisik, “biarkan waktu mengada”. Para penyamun mendengar sejarah, menyaksikan daging-daging manusia di sajikan di meja makan, mendengar tangis yang tidak lagi mampu terurai. Lalu tiba-tiba di depan mataku hadir email yang mengajak untuk mengerti, aku hanya tersipu, email itu seperti menyanjung kaum yang kini teraniaya, seperti simpati, tapi apakah pengirimnya mengerti, berjuta penduduk di sini pernah di kubur hidup-hidup hanya karena dicap komunis, aku hanya tersipu sambil berkata dalam hati, sama saja: Indonesia, Israel atau Amerika, sama saja!.

Ya, nasionalisme telanjang dan berjalan gila, tubuhnya pilu dihantam palu zaman. Sambil menyaksikan TV atau membaca Koran, berjuta sumpah serapah mengalir, membuat sejarah semakin encer, membuat hidup semakin tersudut, kau serukan damai dengan sumpah serapah, aku hanya diam. Anne, aku tahu dimana Hitler berada, di jiwa-jiwa saudaraku yang begitu membenci anak cucumu. Maaf anne, maaf. Inilah langkah sejarah, dimana pengorbanan Kristus sekalipun tidak berhasil mengungkap arahnya. Sama halnya ketika jejak Muhammad terhapus ayat-ayat yang membisu.

Mari Anne makan sandwichmu, temani aku minum kopi di siang yang bising.

Abu
Anyar, 29 Januari 2009

One Response to “Anne Frank”

  1. rinrin Says:

    Berjuta (atau milyar…?) manusia terkubur dimana-mana sepanjang sejarah, hidup ataupun direnggut kehidupannya …maka merataplah untuk mereka. Sementara di hapanmu manusia-manusia mengalami hal yang sama…

    Kita berdiri di atas kuburan

Leave a Reply