Setelah telepon itu saya terpaksa berpikir, mengilmiahkan suatu keheranan.

 

Karena mungkin pengertian-pengertian personal mengenai personal, seperti bingung, galau, stress, trauma, plin-plan dlsbnya, bisa saja kita artikan melalui sesuatu yang generalis. Namun demikian setelah kita selidiki secara khusus personal, nilai generalis tersebut bisa saja tidak dapat dipertahankan. Karena pada suatu waktu, dalam proses perkenalannya kondisi personal seperti bingung bisa saja mengalami perubahan, drastis atau tidak pada intinya suatu eskalasi atau bukan, dan untuk mendapatkan ketepatan memang perlu diteliti sifat inti yang essensial dari eskalasi tersebut.

Dengan demikian bolehlah saya katakan bahwa setiap wujud personal- sejauh menyangkut essensinya- dapat saja muncul pada suatu tempat lain dan dalam bentuk atau cita rasa lain, bahwa kita bisa dan boleh saja berubah atas suatu cara lain, yaitu lain dari cara yang sekarang dialaminya secara faktual. Sifat, wujud, cita rasa, bagi perubahan-perubahan yang mungkin secara apriori memang tidak terbatas. Tidaklah mungkin untuk menyatakan, pada perubahan-perubahan yang mana suatu wujud personal masih tetap wujud yang sama. Fenomena, atau kesan yang berhasil kita tangkap, yang dari beberapa sudut pandangan berbeda secara essensial, dapat saja merupakan fenomena atau kesan yang sama apabila dilihat dari sudut pandang yang lain. Bukankah demikian sihibitku?

Konsisten dalam inkonsistensi, adalah juga sebuah kepribadian yang mutlak fleksibel. Aduh plin-plannya saya.

 

Hari Ini, Saya, dan Bingung Mengenang Anjing

 

Hari ini saya bingung pagi2, sekitar jam lima (kemarin jam enam)

Hari ini juga sudah tidak ada anjing, yang ada Cuma saya. Sudah saatnya saya rasa saya harus muncul…

Tapi bagaimaapun:

Anjing selalu bertindak total dan tuntas. Tidak ada tindakan setengah-setengah bagi Anjing. Makanya, bila kita ingin tahu bagaimana totalitas itu, kita bisa belajar banyak dari Anjing.